Pilih Capres : Prabowo apa Jokowi

Menjelang pilpres 9 juli 2014 mendatang, dukung mendukung calon presiden 2014 ini makin gencar saja dan nampak makin panas saja. Masing-masing pasangan beserta teamnya berjibaku memanfaatkan waktu yang masih ada untuk meraih dukungan esok saat pencoblosan.

Berbagai informasi dikumpulkan untuk mengambil kesimpulan, saya mau coblos pasangan nomor urut berapa? Melihat siaran di TV menampakkan tidak berimbangnya siaran serta informasi mengenai para calonpresiden/wakilnya. Bisa kita lihat antara MetroTV dan TVOne, kedua stasion TV ini memang punya pendukung kuat calon masing-masing. Sehingga isi beritannya membuat terasa NEG , malas melihatnya.

Untuk membuka informasi yang lebih banyak dan beragam nampaknya melalui dunia maya lebih beragam dan lebih lengkap. Informasi bisa diperoleh dari berbagai media online resmi maupun social media seperti facebook, blog dsb. Informasi yang cukup banyak dan beragam tentu akan mengerucut, karena masing-masing pasangan diobral informasi dari segi positif dan negatifnya, sehingga akan didapat  pada  suatu kesimpulan, saya pilih pasangan ini.

Kita lihat Jokowi-JK nomor urut pasangan ini : 2. Tentu urutannya nomor dua dan kualitasnya juga tidak satu atau tetap saja : 2. Siapakah Jokowi itu? Dulunya walikota solo yang terkenal di dunia masuk kategori Walikota terbaik dunia. The City Mayors Foundation menempatkanya diurutan 3. Ya, muncul pertanyaan : Lembaga apa yang menentukan Jokowi sebagai Walikota terbaik dunia? Siapakah yang menentukan? Kalau sudah tahu lembaga mana, negara mana, siapa saja dibalik mereka, tujuannya apa? Mengapa Jokowi yang menang, apa tidak ada walikota lain yang lebih bagus. Walikota di Sulawesi yang Profesor bagus, di Kalimantan bagus.

Setelah menang menjadi Gubernur DKI, dia berjanji akan bekerja sampai Jakarta beres dari banyak permasalahan di Ibukota. Dengan sumpah dan janjinya, Jokowi sudah lupa tentang sumpahnya, maka diingatkan oleh  Tasniem Fauzia http://www.republika.co.id/berita/pemilu/berita-pemilu/14/06/27/n7tfjr-tulis-surat-ke-jokowi-putri-amien-dicaci-maki-pendukung-jokowi melalui surat terbukannya. Keinginan masyarakat sebenarnya simple saja, Jokowi tetap menjadi Gubernur DKI yang membawahi DKI sebagai Ibukota Negara RI. Penduduknya Muslim mayoritas 83,56% (2011), perputaran keuangan Indonesia berputar di jakarta sekitar 70 %. Artinya ini aset yang luar biasa untuk membangun . Nampaknya Jokowi kalah rayuan orang-orang terdekatnya agar mau maju menjadi Capres. Padahal orang yang mendukung Jokowi jadi capres bukanlah orang-orang biasa, namun team yang hebat agar Jokowi terpengaruh. Akhirnya Jokowi tergiur juga maju jadi capres.  Artinya, jika Jokowi menang jadi Presiden, Jokowi sudah 2 kali meninggalkan warisan permasalahan besar bagi masyarakat muslim. Pertama, di Solo dia tinggalkan ke Jakarta, Solo dipimpin orang non Islam warisan Jokowi. Warga muslim Solo yang taat tentu gelisah, tetapi bagi yang tidak memikirkan akidah saudaranya, mungkin dirinya juga tidak dipikirkan, sangat menanggung bebabn yang sangat berat. Apakah kejadian ini akan terulang kembali di Jakarta?

Inilah masalah besar PR kita semua kaum muslimin, siapapun Presidennya yang penting Jokowi gak meninggalkan Gubernur Jakartanya. Kalau dia meninggal dunia beda alasannya.

Berbagai perjuangan dilakukan team sukses Jokowi untuk memenangkan pilpres kali ini, tentu berbagai elemen masyarakat yang pro Jokowi-JK. Kadang kalau ditanya apa alasan mereka memilih Jokowi-JK, mereka tidak punya alasan mendasar. Yang penting Jokowi,wong cilik, dsb. Coba bapak-bapak tukang becak berjuang mati-matian, sampai mau ke Jakarta naik becak. Apakah nasibnya akan berubah setelah sampai Jakarta, atau setelah Jokowi menang jadi Prsiden, ya tetap saja jadi Tukang becak. Yang akan menikmati tentu orang orang pintar di sekitar Jokowi. Tetapi jika anda berjuang dengan ikhlas, beramarma’ruf mengajak kebaikan, memperjuangkan pembasmian  kemungkaran, kebatilan, ada akan terhormat kelak di hadapan Tuhan YME sebagai wujud pertanggungjawaban manusia di hadapan-Nya.

Perjuangan kaum muslimin sangatlah berat dalam pilpres 2014, bagaimana tidak,  team Jokowi menurunkan intelejennya di berbagai masjid-musholla untuk mengawasi para dai, Ustadz agar tidak menggiring tidak memilih Jokowi-JK. Demikian juga informasi yang diberikan dikalangan masyarakat, karena koalisi di Prabowo ada PKS , PAN nanti orang Islam gak boleh Yasinan. Penghapusan kolom agama di KTP, penghapusan perda syariah termasuk kasus Gallery of Rogue Wimar telah mengusik ketenangan umat Islam.

Belum lagi pernyataan seorang tokok Katolik Franz Magnis Suseno, pernyataan yang dimuat di  http://www.republika.co.id/berita/pemilu/hot-politic/14/07/02/n82lli-enggan-pilih-prabowo-romo-magnis-singgung-islam-garis-keras  “Yang bikin saya khawatir adalah lingkungannya. Kok Prabowo sekarang sepertinya menjadi tumpuan pihak Islam garis keras. Seakan-akan apa yang sampai sekarang tidak berhasil mereka peroleh mereka harapkan bisa berhasil diperoleh andaikata saja Prabowo menjadi presiden?” katanya.

Ia juga menyebut Amien Rais sebagai orang yang membuat jelas dukungan garis keras tersebut. Yaitu, ketika mantan ketua MPR itusecara eksplisit menempatkan kontes Prabowo-Jokowi dalam konteks perang Badar.

Badar, katanya, tak lain adalah perang suci Nabi Muhammad melawan kafir dari Makkah yang menyerang ke Madinah untuk menghancurkan umat Islam yang masih kecil. “Itulah bukan slip of the tongue Amien Rais, memang itulah bagaimana mereka melihat pemilihan presiden mendatang,” tulisnya.

Ia juga menyatakan takut kalau negara ini dikuasai oleh orang dirangkul oleh kelompok ekstremis. Yaitu, kelompok-kelompok yang sekarang saja sudah semakin menakutkan.

Nampaknya Magnis Suseno mempermasalahkan Islam garis keras, sayang dia tidak menyebut kelompok, atau nama. Artinya magnis seorang pastor, tokoh, gebyah uyah (menganggap semua sama), tentu tidak, soal ekstremis, kelompok garis keras, kalau dia melanggar aturan, UU,  di republik ini tentu akan ditindak.

Bahasa yang disampaikan Magnis juga bahasa Jaman Belanda, ekstremis. Seorang magnis tidak tahu berterima kasih kepada bangsa ini, cari hidup di bumi ini, selama ini juga tidak tergengar dia akan diusir orang Islam dari bumi Indonesia.

Barangkali bisa dimaklumi, orang Jerman-Nazi ini sudah WNI sejak 1971. Nama asli: Franz Graf von Magnis atau nama lengkapnya Maria Franz Anton Valerian Benedictus Ferdinand von Magnis (lahir di Eckersdorf, Silesia, Jerman-Nazi) serumpun dengan negara Eropa.

Para team sukses kedua pasangan Capres marilah junjung rasa persatuan, kesatuan bangsa untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden yang terbaik dengan cara sopan dan santun. Gunakan cara yang elegan tanpa membuat bibit-bibit permusuhan di antara dua team sukses.  Kepada masyarakat pemilih untuk lebih teliti memilih capres, bukan karena iming-iming uang. Misalkan saat mau milih diberi Rp. 100.000,- pasti anda akan menyesal selama 5 tahun karena hasil pembangunannya tidak ada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: