Nasehat Pemilu Capres 2014

Kajian kali ini akan kita bahas mengenai pemimpin. Sebentar lagi akan ada hajat besar bangsa ini untuk memilih Capres dan Cawapres. Untuk hal tersebut para jamaah  bisa menyimak uraian berikut dan dapat dijadikan pertimbangan saat akan memilih besok 9 juli 2014.

Anda yang akan menyalurkan hak pilihnya, saat ini kita lebih membutuhkan pemimpin yang amanah dan profesional. Ingatlah bahwa hak pilih kita termasuk amanah, dan persaksian di hadapan Allah. Yang semua itu nantinya akan kita pertanggung jawabkan di hadapan-Nya. Jangan digunakan sembarangan dan jangan mengedepankan hawa nafsu. Allah mengingatkan kita,

Takutlah kalian terhadap hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. kemudian masing-masing diri diberi Balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak didzalimi. (QS. Al-Baqarah: 281).

Soal agama calon pemimpin, Allah Swt sendiri yang memperingatkan agar umat Islam tidak memilih pemimpin dari kalangan non-Islam. Hal itu tersirat dengan jelas dalam Surat Al Maidah ayat 51. Ayat ini berlaku umum, baik dalam kondisi negara menerapkan syariat Islam maupun tidak. Seorang Muslim juga wajib terikat dengan ayat ini ketika hendak memilih calon pemimpin.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” 

Pada pemilu Capres dan Cawapres 2014 calonya semua beragama Islam. Masyarakat Indonesia tidak ada yang tahu betul, tahu persis ibadah kesehariannya, kecuali beberapa orang terdekatnya.  Orang lain sekedar tahu sedikit mungkin karena kebetulan lihat para Capres/Cawapres akan beribadah. Bagaimana amal ibadah yang dilakukannya, hanya dia yang tahu.

Sebagai pertimbangan untuk memilih saat 9 juli 2014 besok, para jamaah mohon dipertimbangkan hal-hal berikut yang mungkin akan memberi manfaat yang lebih banyak. Semua Capres/Cawapres beragama Islam, maka yang dipilih yang terbaik diantara yang ada, tentu berkaitan dengan lainnya. Apa implikasinya jika memilih salah satu pasangan, ada atau tidak. Misal memilih Prabowo/Hatta R, adakah resiko terhadap orang lain yang selama ini dia pimpin. Ada tidak?  Lantas jika memilih Joko Widodo/JK apa implikasinya? Adakah resiko terhadap orang lain ?

Para jamaah tentu sudah mengenal siapa Jokowi yang manta walikota Solo, begitu dia jadi gubernur DKI, wakil walikota naik jadi Walikota. Artinya, kepergian Jokowi ke DKI sebagai gubernur berakibat  ratusan ribu muslim di Solo telah dipimpin orang non-muslim  FX Hadi Rudyatmo.  Sekarang jika Jokowi menang Pilpres, Jakarta yang penduduk muslimnya Jutaan, akan dipimpin Non muslim. Inilah strategi jitu mengangkat pemimpin bagi mereka. Apakah para jamaah berpikiran seperti itu?.

Untuk itu silahkan para Jamaah berpikir dengan jernih seraya memohon pada Allah agar diberi pemimpin muslim yang baik, amanah dan profesional. Jangan salah pilih.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: