Masjid Ramah Lingkungan

 

eco_mosque_00_med

 

Cerita sedikit dari sebuah masjid di Afrika, masjid yang ramah lingkungan. Salah satu fitur yang menonjol dari , diyakini menjadi yang pertama dari jenisnya di Afrika , masjjid bantuan dari Islamic Help .Peletakan batu pertama pondasi Masjid ini dilangsungkan pada Maret 2012. Struktur secara strategis dibangun di atas tanah tinggi yang memungkinkan aliran angin , sinar matahari dan air limbah sehingga tercipta sistem bangunan yang efisien menggunakan teknologi hijau , termasuk tenaga surya , dan memastikan manajemen energi yang efisien .  Masjid dapat menampung jamaah hingga 160 orang dan penggunaan  pertama diadakan di bulan Ramadhan 2012.

Fitur utama dari Masjid ini adalah:

Suara Nyaman – desain masjid telah menghilangkan kebutuhan untuk mikrofon, telah dirancang dengan menciptakan gema di dalam ruang pengimaman.

Ventilasi alami – jendela besar dan ventilasi memungkinkan cukup cahaya dan udara untuk beredar dalam ruangan masjid , mengurangi kebutuhan untuk pemakaian listrik

Energi surya – energi matahari digunakan untuk lampu, kipas dan motor untuk pompa air.

Penampungan air hujan – ada tiga tangki penampungan air dengan kapasitas untuk mennyimpan 2.000 liter masing-masing tangki. Selama setahun diperkirakan bahwa tank akan mengumpulkan sekitar 95.800 liter air . Air akan digunakan untuk wudhu ( wudhu ) dan mencuci

Penggunaan air Wudhu – pengelolaan air merupakan komponen yang sering diabaikan dalam proyek-proyek bangunan. Jika , rata-rata satu orang menggunakan sekitar 1,5 liter air ketika wudhu di masjid , total 225 liter akan digunakan setiap hari.

Air limbah dari masjid bisa dialirkan langsung ke kebun dan kembali digunakan untuk mengairi kebun buah dan sayuran, atau jika memungkinkan untuk kolam ikan.

eco_mosque_04 eco_mosque_05

Bagaimana dengan masjid di perkotaan yang tidak ada kebun atau kolam? Air limbah dari air wudhu bisa ditampung dalam sumur resapan sehingga akan bermanfaat untuk kelstarian sumber air.

Inilah sebuah contoh yang patut ditiru oleh masyarakat muslim di tanah air, paling tidak untuk usaha menjaga sumber air tetap lestari dengan usaha membuat sumur resapan. Walaupun bukan untuk usaha mencegah banjir seperti untuk kota-kota besar Seperti Jakarta.

Jika kita berandai-andai, setiap rumah di Jakarta yang bertempat di daratan (karena ada lokasi rumah di atas air), membuat lubang sumur resapan untuk menampung air hujan yang turun dari genteng rumah saat hujan. Jika air hujan yang bisa ditampung sekali hujan 200 liter per rumah (0,2 M3),   jika ada 2500000 rumah maka akan terkumpul air dalam tanah   0,5 juta M3   maka banjir tidak akan separah yang sudah-sudah

http://www.islamichelp.org.uk/eco-mosque

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: