Anak Belajar Korupsi di Rumah

jujurBanyak masyarakat sekarang ini dimanapun tempatnya saling ngobrol membahas masalah korupsi. Berita hangatnya tertangkap tangannya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Munawar oleh KPK yag diduga melakukan tindakan korupsi (suap menyuap).

Tidak hanya orang Indonesia saja yang membahasnya, orang di luar negeripun ikut-ikutan membahasnya. Kok tahu ? Ya pasti, dengan adanya internet segala informasi mudah menyebar ke seantero jagat, apalagi jutaan orang Indonesia menyebar ke seluruh dunia.

Ngapain ikut-ikutan membahas korupsi yang dilakukan orang, apa bukan ngrasani namanya? Tapi ini masalah penting menyangkut bangsa ini, negeri ini yang berpenduduk 240 juta jiwa akan lebih terpuruk lagi kedepannya kalau masalah korupsi tidak ditangani.

Kita jangan bersikap masa bodoh urusan korupsi ini, kita paling tidak ber amar ma’ruf mengenai mewabahnya korupsi. Jangan bilang AH biarin saja mereka yang korupsi, ketangkep, ya syukurin. Allah swt akan memberikan adzab kepada suatu wilayah yang didalamnya ada kemungkaran, walaupun di wilayah itu banyak juga para alim ulama kyai haji ustadz, namun kemgungkaran masih banyak terjadi.

Jangan hanya pinter ngomong doang sekarang ini para pejabat dimana-mana pada korupsi, pembangunan tidak bermutu, banyak dana dikorup, sehingga bangunan dibangun dari duit pemerintah mudah rusak, membahayakan pemakainya karena rawan roboh.  Jalan di mana-mana pada rusak, urusan administrasi dari RT, kelurahan , kecamatan , berbagai dinas instansi pemerintah, kabupaten, propinsi sampai tingkat pusat terjadi berbagai pungutan.

Tidak hanya pejabat yang korupsi, dari tukang parkir , petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) saja sudah pada korupsi. Coba saja kalau gak percaya, selidiki.  Tukang parkir sudah diberi karcis oleh dispenda misal 100 lembar, perlembar Rp. 500, dia dapat penghasilan 25 %. Tapi kenyataanya, karcis tidak diberikan pada pemilik motor, bayarnya Rp. 1000 tanpa uang kembalian, ratusan motor dia peroleh. Tetapi setornya tetap Rp. 500 x 100 lembar dikurangi 25% nya. Inilah korupsinya. Belum lagi petugas dispenda yang narikin retribusi dari tukang parkir, dia dapat jatah makan, uang rokok dan uang juga.

Demikian juga petugas TPR, apa ada yang jujur setor sesuai pendapatan misal per mobil/bis lewat Rp. 1000, yang lewat 100, maka dia akan bilang mobil yang lewat 40 buah !!!!!!!!!

Bagaimana dengan RT, RW, Lurah , Kades ? Apakah ada yang korupsi ?

Bantuan Raskin diselewengkan, bantuan sosial, bantuan orang miskin, bantuan bencana, bantuan orang cacat bagi warganya disikat juga.

Anak Belajar Korupsi di Rumah

Sekarang kita belajar dari diri kita sendiri, keluarga kita sendiri, tidak usah membahas yang sudah diurus KPK.

Apakah anak anda sudah pernah korupsi? Jika ya, apa tindakan anda?

Misal suatu saat anda sebagai orang tua menyuruh anak belanja ke warung untuk membelikan sesuatu. Apakah selama ini anak selalu jujur mengembalikan uang kembaliannya secara utuh?  Apakah anak tidak ikut beli jajanan diluar yang orang tua perintahkan untuk dibeli ?

Kalau ini terjadi secara berulang-ulang, anak akan semakin pandai mengelabuhi orang tuannya dengan berbagai cara karena orang tua tida tegas, menanyakan mana uang kembaliannya, utuk apa dsb.

Inilah sebuah pembelajaran pada anak untuk diberi pengetahuan pentingnya kejujuran, tidak korupsi sesuai dengan arahan, bimbingan orang tuannya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: