Kultum : Hiduplah Semau-mu !!!

يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّك مَجْزِيٌّ بِهِ ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْت فَإِنَّك مُفَارِقُهُ

“Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu tetapi engkau akan mati, berbuatlah sesukamu tetapi kamu akan mendapatkan balasan, dan cintailah siapa saja yang engkau cintai tetapi engkau akan berpisah darinya.”(HR. Thabrani).

Hadits diatas dibacakan  Ustadz Wagiman ketika memberikan Kultum saat acara takjiah ditempat rumah orang tua Pak Wahidin yaitu almarhum Pak Rusman di Mulyosari 16 Polos.

 

Admin sampaikan kepada para pembaca dan kita semua, mari kita renungkan dan camkan baik-baik :

a. Hiduplah sesukamu, tapi ingat cepat atau lambat engkau pasti akan mati. MATI itu pasti, sesuai dengan firman Tuhan “kullu nafsin zaikatul maut” setiap yang bernyawa pasti mati. Bila kematian datang menghampiri seseorang maka tidak ada upaya yang mampu mempercepat dan juga tidak ada yang mampu memperlambat walaupun sebentar,

b. Berbuatlah sesukamu, tapi ingat pasti engkau akan mendapat balasannya. Mau taat pada Allah SWT, atau ingkar, mau mabuk-mabukan, berjudi dsb, ya silahkan. Segala sesuatunya pasti akan ada balasannya dari Allah SWT.

c. Cintai sesuatu sesukamu, tapi ingat pasti engkau akan berpisah dengannya.

  1. Ketahuilah bahwa seluruh harta dan materi yang engkau miliki tidak akan mampu menolong dari siksa (fitnah) kubur, begitu juga keluargamu, walaupun menjadi seorang panglima angkatan perang yang besar.
  2. Yang bisa menolong kita di kubur dan akhirat hanyalah iman dan amal sholeh kita.
  3. Keluarga dan harta kita hanya bisa mengantarkan jenazah ke depan pintu kubur saja setelah mayat dikuburkan, maka semuanya akan kembali ke rumah masing-masing. Yang tinggal, yang dapat menolong dan mendampinginya hanya iman dan amal sholehnya.
  4. Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang atinya: Bila sang jenazah sudah diletakkan dalam keranda dan saling diusung oleh seorang di atas bahunya, maka apabila mayat tersebut (sewaktu hidupnya) senang beramal sholeh, maka ia mengucapkan: Segerakanlah, percepatlah aku. Namun apabila mayat itu (sewaktu hidupnya) beramal buruk ia akan berkata: Duh, celaka! Akan kalian bawa ke mana aku ini? Semua benda (di sekitarnya) mendengar ucapan itu kecuali manusia. Dan seandainya manusia mendengarnya ucapan tersebut, pasti ia pingsan. (HR. Bukhari)
  5. Saudaraku, harta kita bisa menjadi pendamping dan penolong kita di kubur dan di akhirat, bila diinfakkan, dishadaqahkan untuk menolong fakir miskin, menyantuni anak yatim dan dhuafa’.
  6. Keluarga dapat menolong kita ketika kita mendidik dan mentarbiyah menjadi seorang muslim yang taat dan patuh serta tunduk kepada Allah dan Rasul-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: