Ziarah Kubur Tidak Harus Menjelang Ramadhan

Ziarah kubur memang dianjurkan oleh Islam. Ziarah kubur bertujuan untuk mendoakan yang telah meninggal dunia serta mengingat akan kematian. Kullu nafsin dza iqatul maut. Kematian akan datang kepada makhluk yang bernyawa dengan waktu yang tidak ada yang tahu, kecuali Allah SWT.

Ziarah kubur sudah menjadi tradisi dilakukan sebagian umat muslim menyambut datangnya bulan suci ramadhan. Diberbagai daerah mempunyai tradisi yang berbeda-beda dalam kegiatan ziarah kubur saat aka datangnya bulan Ramadhan.

Seperti yang terlihat pada beberapa areal perkuburan umum di berbagai desa sepanjang jalan yang letak makamnya tampak dari jalan raya. Pinggir jalan dipenuhi kendaraan parkir , sepeda ontel, sepeda motor, bahkan satu dua  ada yang datang dengan menggunakan mobil,  hingga berjalan kaki dari yang tua, muda sampai anak-anak.

Ziarah kubur dianjurkan Rasulullah SAW untuk mengambil pelajaran sekaligus untuk mengingat akan kematian dan kehidupan akhirat serta bersifat zuhud di dunia dengan syarat tidak membuat Allah SWT murka. Ziarah kubur disunnahkan, terutama bagi laki-laki dan dimakruhkan bagi perempuan.

Tradisi ziarah kubur tersebut yang sering dilakukan oleh masyarakat adalah sekali dua kali menjelang datangnya Ramadhan dan akhir Ramadan saat menjelang Idul Fitri. Waktu tersebut adalah saat yang tepat karena saat itu sedang pulang kampung. Brangkali bisa jadi hanya setahun sekali itu saja ingat akan orang tua/saudara yang telah meninggal dunia dan mendoakannya.

Namun demikian sebagian besar umat Islam yang taat akan ibadah kepada Allah SWTtentu akan selallu berdoa seusai shalat lima waktu dan akan berdoa dan mendoakan untuk diri sendiri, anak istri, saudara, orang tua, kaum muslimin-muslimat, mukminin-mukminat seantero jagat ini.

Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari perbuatan yang tidak sesuai dengan sunnah, kita mohon ampun atas segala dosa , khilaf, salah pada Allah SWT. Amin

Saudaraku …………….

yang paling dekat adalah kematian. .
yang paling jauh adalah masa lalu. .
yang paling besar adalah hawa nafsu. .
yang paling berat adalah amanah. .
yang paling ringan adalah meninggalkan sholat. .
yang paling tajam adalah lidah. .
(Imam Ghozali)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: